Article

Dukung Iklim Investasi Nasional, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Kupas Tuntas Kebijakan Golden Visa & GCI

2 June 2026
Article

Mengambil langkah proaktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY sukses menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Golden Visa dan Global Citizen Indonesia (GCI) pada hari Rabu (20/05) di GRAMM HOTEL by Ambarrukmo Yogyakarta. Acara yang berlangsung dinamis ini diawali dengan laporan komprehensif dari Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Alih Status Keimigrasian, Sugeng Hariyadi. Semangat transformasi pelayanan semakin terasa saat Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, Junita Sitorus, secara resmi membuka kegiatan ini di hadapan para peserta.

Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjen Imigrasi DIY, Junita Sitorus menegaskan komitmen kuat Imigrasi sebagai fasilitator pembangunan. Beliau memaparkan bahwa peluncuran Golden Visa adalah bentuk nyata dukungan terhadap iklim investasi, memberikan izin tinggal jangka panjang bagi investor, profesional, dan talenta global. Lewat transformasi layanan yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi global ini, Indonesia diharapkan makin kompetitif dalam menarik investasi asing, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong transfer teknologi yang masif demi ekosistem investasi yang kondusif.

Sesi inti acara diisi dengan pemaparan materi yang berbobot oleh dua ahli dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yakni Analis Ahli Muda, Cun Sudiharto, dan Ketua Tim ITAP Golden Visa, Trisulo Petaling. Keduanya mengupas tuntas GCI sebagai jembatan hukum komprehensif yang memberikan solusi izin tinggal seumur hidup bagi sekitar 8 juta diaspora Indonesia dan keluarga lintas negara, yang telah beroperasi penuh sejak Januari 2026. Tak hanya itu, dikupas pula strategi program Golden Visa yang sejak diperkenalkan pada Juli 2024 lalu, terus menjadi magnet bagi good quality travelers dan investasi asing berkualitas tinggi.

Diseminasi ini tidak hanya bermakna strategis bagi internal Kanwil Imigrasi DIY untuk menyamakan persepsi, menjaring masukan, dan mengevaluasi layanan publik agar semakin prima, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas.