Article

Waspada Haji Nonprosedural! Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 13 WNI di Bandara YIA

2 June 2026
Article

Selasa (26/5), suasana Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta tampak dipadati rekan media. Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, Junita Sitorus, didampingi Ketua Tim Pengawasan Keimigrasian, Arfa Yudha Indriawan, hadir langsung dalam Konferensi Pers yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Tedy Riyandi. Pertemuan ini mengungkap langkah tegas petugas imigrasi di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berhasil melakukan tindakan preventif berupa penundaan dan pembatalan keberangkatan terhadap 13 WNI sepanjang April hingga Mei 2026. Mereka terdeteksi sebagai jemaah diduga nonprosedural serta agen koordinator lapangan yang mencoba memanfaatkan celah keberangkatan haji tanpa jalur resmi.

​Petugas jeli di lapangan berhasil mengendus berbagai modus yang digunakan para jemaah. Mulai dari kasus jemaah asal Bogor pada 25 April yang kedapatan berpindah-pindah bandara setelah sebelumnya gagal terbang lewat Jeddah dan Kuala Lumpur, hingga penundaan keberangkatan jemaah asal Surabaya pada 4 Mei yang mengaku ingin berwisata ke Malaysia namun memiliki indikasi kuat haji nonprosedural. Tak kalah cerdik, pada 13 Mei, petugas juga menunda keberangkatan jemaah asal Pamekasan dan Sampang yang dikawal oleh seorang agen asal Tangerang. Setelah interogasi ketat, sang agen akhirnya memilih membatalkan penerbangannya sendiri.

​Aksi sigap ini membawa manfaat besar, baik bagi internal kementerian maupun masyarakat luas. Bagi Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, keberhasilan ini menjadi bukti nyata penguatan fungsi pengawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kredibilitas institusi dalam menegakkan hukum keimigrasian. Sementara bagi masyarakat, tindakan tegas ini berfungsi sebagai perlindungan dini agar warga negara kita tidak menjadi korban penipuan berkedok ibadah, telantar di negeri orang, atau menghadapi sanksi hukum berat dari pemerintah Arab Saudi akibat menggunakan visa yang tidak sesuai peruntukannya.

​Melalui momentum ini, Imigrasi Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dan selektif dalam memilih agen perjalanan ibadah.