Article
76 Tahun Imigrasi Indonesia : Refleksi Sejarah, Transformasi Digital dan Bakti Nyata Kanwil Ditjenim DIY
YOGYAKARTA, 26 Januari 2026 – Direktorat Jenderal Imigrasi genap berusia 76 tahun pada hari ini. Mengusung tema “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju”, peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 tahun ini menjadi momentum refleksi atas transformasi panjang sejarah keimigrasian serta pencapaian inovasi digital yang berkelanjutan.
Sejarah mencatat, Imigrasi Indonesia telah melalui berbagai era perubahan signifikan. Pada masa revolusi kemerdekaan, instansi ini berganti nama menjadi Jawatan Imigrasi, meski kala itu regulasi masih mengadopsi peninggalan Hindia Belanda. Puncaknya, pada tanggal 26 Januari 1950, Kerajaan Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan keimigrasian kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS). Kala itu, Mr. Yusuf Adiwinata ditunjuk sebagai Kepala Jawatan Imigrasi pertama. Di bawah kepemimpinannya, struktur kelembagaan mulai dibenahi dengan pembentukan kantor pusat, kantor cabang di daerah, hingga pos imigrasi di luar negeri. Pembenahan ini mencakup aspek vital seperti visa, paspor, dan kewarganegaraan.
Memasuki era Orde Baru, payung hukum keimigrasian diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992. Regulasi ini menerapkan kebijakan selektif (selective policy) yang menekankan pada kesejahteraan dan keamanan negara. Seiring perkembangan zaman, modernisasi layanan mulai terlihat pada tahun 2006 dengan diperkenalkannya layanan paspor berbasis biometrik, disusul kebijakan revolusioner di mana permohonan paspor tidak lagi dibatasi oleh domisili pemohon.
Transformasi teknologi mencapai titik baliknya pada 2 Juni 2008, saat Pusat Data Keimigrasian (PUSDATIN) mulai dioperasikan. Langkah ini menjadi cikal bakal lahirnya Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang kini menjadi fondasi utama digitalisasi proses bisnis imigrasi.
Hingga usia ke-76 ini, Imigrasi Indonesia telah melahirkan sejumlah inovasi digital yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian negara. Layanan seperti Electronic Visa (e-Visa), aplikasi M-Paspor, implementasi Autogate, kebijakan Golden Visa, fasilitas Immigration Lounge, aplikasi penegakan hukum, hingga digitalisasi izin tinggal, menjadi bukti komitmen Imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik yang modern dan adaptif.
Capaian Imigrasi saat ini tidak lepas dari jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar organisasi. Mulai dari Yusuf Adiwinata, Alwi Osman, Notohatyanto, Hoegeng Imam Santoso, Widikdo Soedikman, S. Soedarman, Nichlany Soedardjo, Soegino Soemoprawiro, R. Soelarso, Roni Sikap Sinuraya, Pranowo, M. Mudakir, Iman Santoso, Basyir Ahmad Barmawi, Bambang Irawan, Ronny F. Sompie, Jhoni Ginting, hingga Silmy Karim. Mereka adalah pembawa perubahan yang jasanya sangat luar biasa dalam membentuk wajah Imigrasi Indonesia hari ini.
Semarak HBI ke-76 di Yogyakarta
Dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi (Kanwil) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menyelenggarakan berbagai kegiatan melalui sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Bakti Sosial di Yayasan Pondok Pesantren Madania, kegiatan donor darah, serta Layanan Paspor Simpatik yang diselenggarakan setiap hari Sabtu untuk mempermudah masyarakat. Selain itu, momentum ini juga diisi dengan silaturahmi sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun ke-14 Paguyuban Pensiunan Imigrasi Yogyakarta (PAPIYO).
Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kanwil Ditjen Imigrasi DIY dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang prima, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari semangat pengabdian Imigrasi kepada masyarakat dalam rangka Hari Bakti Imigrasi ke-76.
Melalui peringatan ini, jajaran Imigrasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut masa depan imigrasi yang semakin modern dan adaptif dalam menjaga kedaulatan bangsa serta membangun negeri, selaras dengan semangat “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju”.
Article Lain
Hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan, Kepuasan Masyarakat, dan Survei Persepsi Anti Korupsi Bulan Juni 2026 Kanwil Ditjen Imigrasi DIY
Hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan, Kepuasan Masyarakat, dan Survei Persepsi Anti Korupsi Kanwil Ditjen Imigrasi DIY
Hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan, Kepuasan Masyarakat, dan Survei Persepsi Anti Korupsi Kanwil Ditjen Imigrasi DIY
Waspada Haji Nonprosedural! Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 13 WNI di Bandara YIA
Senin produktif dan semangat baru!